Recording podcast, teenage boy with headphones speaking into microphone at home

Jurnal Fenomena Bahasa Gaul “Bestie” dan Eksistensi Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja

Berikut ringkasan jurnal Gita Sugiarti berjudul Fenomena Bahasa Gaul “Bestie” dan Eksistensi Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja yang diterbitkan Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1, No.4 Desember 2022, Hal 104—114

  • Judul Jurnal: Fenomena Bahasa Gaul “Bestie” dan Eksistensi Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja
  • Penulis: Gita Sugiarti (Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, IKIP Siliwangi)
  • Tujuan Penelitian:
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh yang diberikan oleh bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia dalam penggunaan tata bahasanya.
  • Metode Penelitian:
    Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Menggunakan teknik dokumentasi dan pengamatan terhadap obyek penelitian. Teknik ini mengamati remaja berkomunikasi dengan teman akrabnya.
  • Hasil Penelitian:
    • Bestie merupakan singkatan dari Best Friend menjadi “Bestie”.
    • Keberadaan bahasa gaul justru berdampak positif lantaran dapat memperkaya kosakata dalam bahasa Indonesia. Akan tetapi juga ada dampak negatif dari bahasa gaul apabila penggunaannya tidak apik dan tepat tradisi.
    • Pada tahun 2000-an hingga sekarang, bahasa semacam itu lebih bervariasi dan cepat menjadi populer, bahkan di kalangan kanak-kanak, seperti kata ciyus (serius), galau (resah), hoax (bohong, berita palsu), miapah.”
    • Jika diperjelas melalui kamus bahasa daring tentang kata ‘bestie/besti’ berarti istilah slang internasional yang digunakan dalam menyebut seorang teman terbaik atau sahabat.
    • “Slang” yang menjadi istilah dari bahasa gaul sebagai ragam bahasa musiman bagi sebagai sekelompok sosial. Bahasa slang digunakan pada situasi informal.
    • Beberapa orang yang memakai kata ini percaya bahwa “bestie”secara tidak langsung memang terkesan lebih ramah dan menyenangkan.
    • Pengaruh penggunaan bahasa gaul terhadap eksistensi bahasa Indonesia:
      • Munculnya bahasa gaul sebagai hasil dari kreativitas remaja telah mengubah lanskap bahasa Indonesia, tetapi juga berpotensi mengikis penggunaan bahasa baku yang seharusnya dilestarikan.
      • Penggunaan bahasa gaul—sebagai hasil dari kreativitas remaja—yang semakin meluas secara signifikan mengancam eksistensi bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal itu ditandai dengan penurunan penggunaan bahasa baku, hilangnya rasa bangga terhadap bahasa Indonesia, dan tergesernya bahasa Indonesia oleh bahasa gaul dalam berbagai aspek kehidupan.
    • Cara mengatasi perkembangan dan pemakaian bahasa gaul terhadap remaja:
      Untuk mengatasi interferensi bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia, perlu adanya upaya sadar dari masyarakat, pemerintah, dan institusi pendidikan dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya bahasa Indonesia, meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berbagai aspek kehidupan, serta memperkuat pengajaran bahasa Indonesia di semua jenjang pendidikan.
  • Kesimpulan:
    Penggunaan bahasa gaul sebagai salah satu bentuk variasi bahasa dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia. Namun, perlu dikelola dengan baik dan bijak agar bahasa gaul tidak menggeser eksistensi bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, perlu diimbangi dengan upaya pelestarian bahasa Indonesia yang baik dan benar agar identitas nasional tetap terjaga.

Baca juga konten (feed-carousel): Kreatif atau Merusak: Fenomena Bahasa Gaul dan Eksistensi Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *